Padadasarnya pantun terdiri dari terdiri atas 4 baris bersajak ab-ab atau aa-aa. Dua baris pertama merupakan sampiran, yang umumnya tentang Pantun-pantun yang disampaikan juga memperlihatkan atau menunjukkan kejeniusan dan kesempurnaan seni sastra peradaban bangsa melayu. Contoh: Sayang cik dalang pergi ke daik. Hendak menangkap siMenurutZulfahnur dkk (1996), sebait pantun terikat oleh beberapa syarat: 1) bilangan baris tiap bait adalah empat, bersajak AB-AB, 2) banyak suku katanya tiap baris 8-12, umumnya 10 suku kata, 3) pantun umumnya mempunyai sajak akhir, tetapi ada juga yang bersajak awal atau bersajak tengah.
Pantunmerupakan salah satu jenis puisi lama.Mulanya pantun merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. - Bersajak aa-aa atau ab-ab. Sebagai contoh dalam pantun ini: Air dalam bertambah dalam Hujan di hulu belum lagi teduh
Kerbaudi sawah pun juga bisa. Jikalau kerja sekedar kerja. Cacing di tanah pun juga bisa. (18) Jikalau nanti sudah berharta. Maka janganlah habiskan semua. Sumbangkan separuhnya saja. Untuk yang miskin dan juga papa. Demikianlah beberapa contoh syair berima a-a-a-a dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan baru
Inidapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi, terkadang bentuk sampiran membayangkan isi. Sebagai contoh dalam pantun ini: Air dalam bertambah dalam Hujan di hulu belum lagi teduh Hati dendam bertambah dendam Dendam dahulu belum lagi sembuh 3. Macam-macam Pantun a.
Pantundisebut puisi karena mementingkan keindahan bahasa,kepadatan makna,serta bentuk penulisannya yang berbait-bait.Berikut merupakan ciri-ciri pantun. 1}setiap bait berisi empat baris 2}setiap baris berisi delapan sampai dua belas suku kata. 3}baris satu &dua disebut sampiran baris tiga &empat disebut isi 4}bersajak ab-ab contoh pantun
Selokaadalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait. Quatrain bersajak ab\ab, aa-aa, ab\ab atau aa\bb. Ciri-ciri: • Quatrain (Perancis: 4 baris) Contoh : Hanya Kepada Tuan Satu-satu perasaan Hanya dapat saya katakan Kepada tuanCiri– ciri pantun sebagai berikut. 1. Satu bait terdiri atas emat lirik (baris). 2. Banyaknya suku kata tiap lirik sama atau hampir sama (biasanya terdiri 8-12 suku kata). 3. Bersajak ab-ab atau aa-aa. 4. Lirik pertama dan kedua di sebut sampiran, sedangkan lirik ketiga dan keempat di sebut isi pantun (maka, tujuan, dan tema pantun).
MisalnyaUmpasa Ni Simalungun artinya 'Pantun Simalungun', yang merupakan rangkaian pantun orang Simalungun, yang didalamnya berisi berbagai nasihat dan sikap orang Simalungun terhadapat pelbagai upacara adat. Contoh umpasa: Torop do bittang di langit, si gara ni api sadado. Torop do si boru nauli, tinodo ni rohakku holan ho do. (Banyak bintang