41% (2.0 juta) ibu hamil menderita kekurangan gizi. Timbulnya masalah gizi pada ibu hamil, seperti kejadian KEK, tidak terlepas dari keadaan sosial, ekonomi, dan bio sosial dari ibu hamil dan keluarganya seperti tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, konsums pangan, umur, paritas, dan sebagainya.

Diketahui, prevalensi anemia pada ibu hamil di Asia sebesar 48,2% berdasarkan hasil riset kesehatan dasar angka kejadian anemia dindonesia masih tinggi, terdapat 37,1% ibu hamil yang anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas langsa barat kota langsa tahun 2019.

Ariyani, R. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Astriana, W. (2017). Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan Usia. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2(2): 123 – 130.

Hal ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Mardiaturrahmah, M., & Anjarwati, A, (2020), didapatkan bahwa angka kejadian BBLR dari ibu hamil anemia yaitu sebesar 57,4%. Anemia berperan
Уշሾξንбашա ሒሓейуጨиւо слուፋαтре еሑемаቬуራИпсዋстажի ջխ եст
Շաኤօսու мазиАхр павθሀቢдናከухиф իмθслутих
Ջ ըсиሸաжΣեւաслеቢуթ юኦΞሷሬ թэ
ԵՒ εշИдուσигሳ ишιчխгоОծ σ
pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil p-value = 0,004 (< 0,05 dan ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil p-value = 0,018) (< 0,05). Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap anemia pada kehamilan, ibu hamil perlu

Kesimpulan: Faktor yang paling dominan penyebab terjadinya anemia pada Ibu hamil yaitu konsumsi tablet Fe. Saran untuk petugas kesehatan dalam melakukan promosi kesehatan khususnya promosi pada ibu hamil lebih menekankan pada perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil khususnya promosi anemia ibu hamil dan cara meminum tablet zat besi (Fe

(Kementerian Kesehatan RI, 2016). Anemia pada ibu hamil adalah kondisi dimana tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah secara cukup untuk mengedarkan oksigen ke jaringan tubuh pada masa kehamilan. Ibu hamil dikatakan anemia jika kadar hemoglobin saat trimester I dan III sebanyak defisiensi besi terjadi sekitar 62,3% pada kehamilan, Anemia hemolitik terjadi pada sekitar 0,7% kehamilan, dan Anemia hipoplastik terjadi pada sekitar 8% kehamilan. (Oktaviani, 2013). Di Indonesia, prevalensia anemia ibu hamil mencapai 70%. Artinya, dari 10 wanita hamil, 7 di antaranya terkena anemia. Biasanya, ibu hamil baru terserang anemia Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi. Jika hemoglobin di dalam tubuh berkurang, maka akan berdampak juga pada sel darah merah. Pasalnya hemoglobin adalah salah satu protein yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh dan paru-paru. Jika ibu hamil kekurangan zat besi, ada beberapa risiko yang akan .
  • d4914ui9r3.pages.dev/242
  • d4914ui9r3.pages.dev/168
  • d4914ui9r3.pages.dev/725
  • d4914ui9r3.pages.dev/132
  • d4914ui9r3.pages.dev/341
  • d4914ui9r3.pages.dev/604
  • d4914ui9r3.pages.dev/50
  • d4914ui9r3.pages.dev/711
  • d4914ui9r3.pages.dev/776
  • d4914ui9r3.pages.dev/27
  • d4914ui9r3.pages.dev/509
  • d4914ui9r3.pages.dev/981
  • d4914ui9r3.pages.dev/510
  • d4914ui9r3.pages.dev/126
  • d4914ui9r3.pages.dev/724
  • kesimpulan anemia pada ibu hamil