Tips dan cara mengukur badan wanita Beberapa orang sependapat bahwa sampai saat ini belum ada penjelasan yang mendetail mengenai tehnik pembuatan pakaian yang baku.Dalam dunia jahit menjahit sebenarnya yang terpenting adalah menemukan metode sendiri yang bisa kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita dalam membuat busana dengan harapan memperoleh hasil yang terbaik.
I1 - K = I2 - K, yang dijadikan patokan panjang adalah ukuran I1 ke K. E4 dihubungkan dengan I2 dan titik I1 dengan F, menjadi garis sisi badan bagian muka. Artikel terkait : Alat yang diperlukan dalam menggambar pola busana (1) Cara Mengambil Ukuran Pola Baju Wanita Dewasa (2) Pola Dasar Lengan (4) Pola Dasar Rok
ukuran celana pria dewasa - Dunia fashion memang tiada habis nya, selalu saja muncul model celana terbaru dengan bahan dan harga yang bervariasi mulai dari harga yang paling murah sampai harga yang paling mahal, ditahun 2016 ini merk / jenis jogger yang paling banyak diminati (lagi trend), baik itu yang di jual secara offline maupun online,, Nah agar tidak kecewa saat membeli celana berikut
2) Cara memilih pita ukuran yang baik adalah: a. Tepinya tidak bertiras b. Letak garis ukuran tepat di tepi c. Terbuat dari bahan yang tebal 3) Alat pembuat pola adalah: a. Pita ukuran b. Rader c. Dress marker ruler 4) Alat memotong yang biasa digunakan pada industri busana yang cukup besar adalah: a. Gunting kain b. Gunting listrik c. Gunting
Setelah mengetahui cara menghitung Body Mass Index (BMI), lantas bagaimana caranya mengetahui berat badan ideal atau tidak? Menurut WHO, kategori standar berat badan ideal pria dan wanita dewasa berdasarkan BMI adalah sebagai berikut: Kurang dari 18,5 berarti berat badan kurang (underweight). Antara 18,5 - 24,9 berarti berat badan normal
Teori Dasar Mengukur Ukuran tubuh merupakan hal yang penting dalam pembuatan suatu busana. Cara mengambil ukuran harus benar-benar dilakukan secara cermat dan teliti, karena ukuran sangat menentukan hasil akhir sebuah busana. Ada dua cara dalam mengambil ukuran. Dari cara-cara tersebut yang perlu diperhatikan adalah penambahan ukuran untuk maksud tertentu. Cara mengambil ukuran tersebut adalah
Berikut contoh cara menghitung IMT: Berat badan: 65 kg. Tinggi badan: 168 cm (centimeter) dikonversikan ke m (meter) menjadi 1,68 m. Kemudian kalikan tinggi dalam m²: 1,68 x 1,68 = 2,82. Selanjutnya membagi berat badan dengan tinggi badan: 65 kg : 2,82 m²= 23 kg/m². Jadi, hasil hitungan IMT adalah 23 kg/m²..